<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0"
					xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
					xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
				  >
<channel>
<title>** ThE ArTicLEs BlOg **</title>
<link>http://kz200rider.mywapblog.com/</link>
<description><![CDATA[Artikel unik, aneh, lucu, ajaib, unique, stranger, amazing, Cool Articles herE keren semua disini]]></description>
<pubDate>Fri, 13 Apr 2012 03:33:00 +0000</pubDate>
<item>
<title>Mengembalikan Tampilan Facebook Timeline ke Tampilan Lama</title>
<link>http://kz200rider.mywapblog.com/mengembalikan-tampilan-facebook-timeline.xhtml</link>
<pubDate>Fri, 13 Apr 2012 03:33:00 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[<div style="text-align:center;"><img style="width:497px;height:354px;" src="http://www.thetechherald.com/media/images/201208/Facebook-Timeline-How-to-Cure-Alzheimers-for-Social-Networking-FacebookTop.jpg" alt="Facebook-Timeline-How-to-Cure-Alzheimers" /><br />
<br />
<div style="text-align:justify;"><br /></div>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Georgia;">Tutorial ini bisa diterapkan semua browser terpopuler (Google Chrome, Mozilla Firefox, Opera, dan Safari).<br />
<br style="font-family:Georgia;" /></span><span style="font-family:Georgia;">Mengembalikan Facebook Timeline ke Tampilan Lama (Chrome, Firefox, Internet Explorer)</span><br style="font-family:Georgia;" />
<span style="font-family:Georgia;">1. Buka TimeLineRemove</span> <span style="font-family:Georgia;">di --&gt; http://www.timelineremove.com</span><br style="font-family:Georgia;" />
<span style="font-family:Georgia;">2. Pilih browser dengan klik logo browser (misalnya: Google Chrome)</span><br style="font-family:Georgia;" />
<span style="font-family:Georgia;">3. Jalankan instalasi (tidak sampai 2 menit)</span><br style="font-family:Georgia;" />
<span style="font-family:Georgia;">4. Buka Facebook<br />
<br style="font-family:Georgia;" /></span><span style="font-family:Georgia;">Setiap buka profile facebook, sudah kembali ke tampilan lama.</span><br style="font-family:Georgia;" />
<span style="font-family:Georgia;"><br />
<strong>Kelemahan:</strong></span><br style="font-family:Georgia;" />
<span style="font-family:Georgia;">Hanya browser terinstall TimeLineRemove yang melihat facebook profile tampilan lama.<br />
<br style="font-family:Georgia;" /></span><span style="font-family:Georgia;">Info: mulai 18 April 2012, semua profile Facebook otomatis dikonversi ke Facebook Timeline. Install TimeLineRemove agar selamat dari penyeragaman Facebook. Semua tergantung selera.</span><br style="font-family:Georgia;" />
<span style="font-family:Georgia;">---</span><br style="font-family:Georgia;" />
<span style="font-family:Georgia;font-weight:bold;">Instalasi Manual:</span><br style="font-family:Georgia;" />
<span style="font-family:Georgia;">Firefox Addons: http://www.timelineremove.com/download/TimeLineRemoveFF.xpi</span><br style="font-family:Georgia;" />
<span style="font-family:Georgia;">Chrome Extension: http://www.timelineremove.com/download/TimeLineRemove.crx</span><br style="font-family:Georgia;" />
<span style="font-family:Georgia;">Internet Explorer: https://timlineremove.googlecode.com/files/TimeLineRemove-0.5.zip</span><br style="font-family:Georgia;" />
<span style="font-family:Georgia;">---</span><br style="font-family:Georgia;" />
<span style="font-family:Georgia;font-weight:bold;">Address:</span><br style="font-family:Georgia;" />
<span style="font-family:Georgia;">Facebook Timeline Remove</span><br style="font-family:Georgia;" />
<span style="font-family:Georgia;">http://timelineremove.com/</span></span><br /></div>
</div>
]]></description>
</item>
<item>
<title>MANDIKAN AKU, BUNDA .....</title>
<link>http://kz200rider.mywapblog.com/mandikan-aku-bunda.xhtml</link>
<pubDate>Thu, 05 Apr 2012 12:38:00 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[<div style="text-align:center;"><span style="font-weight:bold;font-family:Georgia;">Suatu Pelajaran yg Sangat Berharga, dimana kasih sayang tak pernah bisa ditukar dengan harta dunia.</span><br style="font-weight:bold;font-family:Georgia;" />
<span style="font-weight:bold;font-family:Georgia;">------------------------------------------------------------------------------------------------------------</span><br />
<br />
<div style="text-align:justify;">Assalamu'alaikum wr. wb.<br />
<br />
&nbsp;&nbsp;&nbsp; Sebuah pelajaran yang Sangat berharga, dimana kasih sayang tak akan pernah bisa ditukar dengan harta dunia; dimana kasih ibu sebagai takdir adalah untuk dilaksanakan, bukan untuk diingkari; dan dimana pun engkau berada, kelalaian bisa menjadi fatal error&nbsp;&nbsp; waktu tak bisa kembali....dan nyawa hanya satu.... akan KAU bawa kemana??<br />
<br />
Wassalammu'alaikum wr. wb.<br />
<br />
<span style="font-weight:bold;text-decoration:underline;">MANDIKAN AKU, BUNDA</span><br />
<br />
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Saya ingin bertutur tentang seorang sahabat saya. Sebut saja Rani namanya. Semasa kuliah ia tergolong&nbsp; berotak cemerlang dan memiliki idealisme yang tinggi. Sejak awal, sikap dan konsep dirinya sudah jelas : meraih yang terbaik, baik itu dalam bidang akademis maupun bidang profesi yang akan digelutinya.<br />
<br />
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Ketika Universitas mengirim kami untuk mempelajari Hukum Internasional di Universiteit Utrecht, di&nbsp; negerinya bunga tulip, beruntung Rani terus melangkah. Sementara saya,&nbsp; lebih memilih menuntaskan pendidikan kedokteran dan berpisah dengan seluk beluk hukum dan perundangan.<br />
<br />
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Beruntung pula, Rani mendapat pendamping yang "setara" dengan dirinya, sama-sama berprestasi, meski berbeda profesi. Alifya, buah cinta mereka lahir ketika Rani baru&nbsp; saja diangkat sebagai staf&nbsp; Diplomat bertepatan dengan tuntasnya suami Rani meraih PhD. Konon nama putera mereka itu diambil dari huruf pertama hijaiyah "alif" dan huruf terakhir "ya", jadilah nama yang enak didengar : Alifya.<br />
<br />
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Tentunya filosofi yang mendasari pemilihan nama ini seindah namanya pula. Ketika Alif, panggilan untuk puteranya itu berusia 6 bulan, kesibukan Rani semakin menggila saja. Frekuensi terbang&nbsp; dari satu kota ke kota lain dan dari satu negara ke negara lain makin meninggi.<br />
<br />
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Saya pernah bertanya , " Tidakkah si Alif terlalu kecil untuk ditinggal ?" Dengan sigap Rani menjawab : " Saya sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Everything is ok." n itu betul-betul ia buktikan. Perawatan dan perhatian anaknya walaupun lebih banyak dilimpahkan ke baby sitter betul-betul mengagumkan. Alif tumbuh menjadi anak yang lincah, cerdas dan pengertian.<br />
<br />
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kakek neneknya selalu memompakan kebanggaan kepada cucu semata wayang itu tentang ibu-bapaknya. "Contohlah ayah-bunda Alif kalau Alif besar nanti." Begitu selalu nenek Alif, ibunya Rani bertutur disela-sela dongeng menjelang tidurnya. Tidak salah memang. Siapa yang tidak ingin memiliki anak atau cucu yang berhasil dalam bidang akademis dan pekerjaannya.<br />
<br />
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Ketika Alif berusia 3 tahun, Rani bercerita kalau Alif minta adik. Waktu itu Ia dan suaminya menjelaskan dengan penuh kasih-sayang bahwa kesibukan mereka belum memungkinkan untuk menghadirkan seorang adik buat Alif.&nbsp; Lagi-lagi bocah kecil ini "DAPAT MEMAHAMI" orang tuanya. Mengagumkan memang. Alif bukan tipe anak yang suka merengek. Kalau kedua orang tuanya pulang larut, ia jarang sekali ngambek.<br />
<br />
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kisah Rani, Alif selalu menyambutnya dengan penuh kebahagiaan. Rani bahkan menyebutnya malaikat kecil. Sungguh keluarga yang bahagia, pikir saya. Meski kedua orang tua sibuk, Alif tetap tumbuh penuh cinta. Diam-diam hati kecil saya menginginkan anak seperti Alif.<br />
<br />
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Suatu hari, menjelang Rani berangkat ke kantor, entah mengapa Alif menolak dimandikan baby-sitternya. "ALIF INGIN BUNDA MANDIKAN." Ujarnya. Karuan saja Rani yang dari detik ke detik waktunya sangat diperhitungkan, menjadi gusar. Tak urung suaminya turut membujuk agar Alif mau mandi dengan tante Mien, baby-sitternya.<br />
<br />
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Persitiwa ini berulang sampai hampir sepekan, "BUNDA, MANDIKAN ALIF" begitu setiap pagi. Rani dan suaminya berpikir, mungkin karena Alif sedang dalam masa peralihan ke masa sekolah jadinya agak minta perhatian.<br />
<br />
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Sampai suatu sore, saya dikejutkan telponnya Mien, sang baby sitter. "Bu dokter, Alif demam dan kejang-kejang. Sekarang di Emergency".&nbsp; Setengah terbang, saya pun ngebut ke UGD. But it was too late. Allah SWT sudah punya rencana lain. Alif, si Malaikat kecil keburu dipanggil pemiliknya.<br />
<br />
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Rani, bundanya tercinta, yang ketika diberi tahu sedang meresmikan&nbsp; kantor barunya, shock berat. Setibanya di rumah, satu-satunya keinginan dia adalah memandikan putranya.<br />
<br />
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dan itu memang ia lakukan, meski setelah tubuh si kecil terbaring kaku. " INI BUNDA LIF, BUNDA MANDIKAN ALIF " Ucapnya lirih, namun teramat pedih. Ketika tanah merah telah mengubur jasad si kecil, kami masih berdiri mematung. Berkali-kali Rani, sahabatku yang tegar itu berkata, " INI SUDAH TAKDIR, IYA KAN ? Aku di sebelahnya ataupun di seberang lautan, kalau sudah saatnya, dia pergi juga kan ?". Saya diam saja mendengarkan.<br />
<br />
&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <strong>" INI KONSEKUENSI SEBUAH PILIHAN." lanjutnya lagi, tetap tegar dan kuat. Hening sejenak. Angin senja berbaur aroma bunga kamboja.<br style="font-weight:bold;" />
<br style="font-weight:bold;" />
<span style="font-weight:bold;">&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Tiba-tiba Rani tertunduk. "Aku ibunya ............................!" serunya kemudian, "BANGUNLAH LIF, BUNDA MAU MANDIKAN ALIF. BERI KESEMPATAN BUNDA SEKALI SAJA LIF". Rintihan itu begitu menyayat. Detik berikutnya ia bersimpuh sambil mengais-ngais tanah merah. Air mata kesedihan menyirami pusara Alif, putra satu-satunya. ( Nasi telah jadi bubur, yang berlalu tak pernah kembali lagi, penyesalan selalu datang terlambat )</span></strong><br />
<div style="text-align:justify;"><br /></div>
</div>
</div>
]]></description>
</item>
<item>
<title>Keistimewaan Wanita</title>
<link>http://kz200rider.mywapblog.com/keistimewaan-wanita.xhtml</link>
<pubDate>Thu, 05 Apr 2012 12:33:00 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[<div style="text-align:center;">
<h1><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"><strong>Berbahagialah Menjadi Seorang Wanita Karena diberi Keistimewaan Oleh Allah.</strong></span></span></h1>
<span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;"><strong>----------------------------------------------------------------------------------------------------------------<br /></strong></span></span>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><br /></span><span style="font-size:small;font-family:Georgia;"><span style="font-weight:bold;">19 Keistimewaan Wanita</span></span><span style="font-size:small;"><br />
<br /></span>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;">&nbsp;1. Do'a&nbsp; wanita lebih makbul daripada lelaki karena sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki.&nbsp; Ketika ditanya kepada Rasulullah SAW akan hal tersebut, jawab baginda : " Ibu lebih penyayang daripada Bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia.</span><br />
<br />
<span style="font-size:small;">2. Wanita yang solehah ( baik ) itu lebih baik daripada 1000 lelaki yang soleh.</span><br />
<br />
<span style="font-size:small;">3. Barang siapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seperti orang yang senantiasa menangis Karena takut Allah SWT dan orang yang takut Allah SWT akan diharamkan api neraka&nbsp; keatas tubuhnya.</span><br />
<br />
<span style="font-size:small;">4. Barang siapa yang membawa hadiah ( barang, makanan dari pasar kerumah ) lalu diberikan kepada keluarganya, maka&nbsp; pahalanya seperti bersedakah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka barang siapa yang menyukai akan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail A.S</span><br />
<br />
<span style="font-size:small;">5. Wanita&nbsp; yang tinggal bersama anak-anaknya, akan tinggal bersama aku ( Rasulullah SAW ) di dalam surga.</span><br />
<br />
<span style="font-size:small;">6. Barang siapa yang mempunyai tiga anak perempuan atau tiga Saudara perempuan atau dua Saudara perempuan , lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dengan penuh&nbsp; rasa takwa serta bertanggung jawab, maka baginya&nbsp; adalah surga.</span><br />
<br />
<span style="font-size:small;">7. Dari Aisyah r.a. "Barang siapa yang diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuannya&nbsp; lalu dia berbuat baik kepada mereka , maka mereka akan menjadi penghalang baginya api neraka."</span><br />
<br />
<span style="font-size:small;">8. Surga&nbsp; itu di bawah telapak kaki ibu.</span><br />
<br />
<span style="font-size:small;">9. Apabila memanggilmu dua orang ibu bapamu&nbsp; maka jawablah&nbsp; panggilan ibumu dahulu.</span><br />
<br />
<span style="font-size:small;">10. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu surga . Masuklah dari manapun pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.</span><br />
<br />
<span style="font-size:small;">11. Wanita yang taat pada suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristigfar baginya selama dia taat kepada&nbsp; suaminya dan rekannya ( serta&nbsp; menjaga sembahyang dan puasanya ).</span><br />
<br />
<span style="font-size:small;">12. Aisyah r.a. berkata " aku bertanya pada rasulullah SAW, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita? Jawab baginda "suaminya". Siapa pula berhak terhadap lelaki?" jawab Rasulullah SAW "Ibunya"</span><br />
<br />
<span style="font-size:small;">13. Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya serta taat pada suaminya, masuklah dia dari pintu&nbsp; surga mana saja yang dia kehendaki</span><br />
<br />
<span style="font-size:small;">14. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah SWT&nbsp; memasukkan dia kedalam surga lebih dahulu daripada suaminya ( 10.000 tahun )</span><br />
<br />
<span style="font-size:small;">15. Apabila seorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristigfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dengan 1000 kebaikan dan&nbsp; menghapuskan darinya 1000 kejahatan.</span><br />
<br />
<span style="font-size:small;">16. Apabila seorang perempuan&nbsp; mulai sakit hendak bersalin, maka Allah SWT mencatatkan&nbsp; baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah SWT</span><br />
<br />
<span style="font-size:small;">17. Apabila seorang perempuan&nbsp; melahirkan anak, keluarlah ia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkan</span><br />
<br />
<span style="font-size:small;">18. Apabila telah lahir ( anak ) lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan dari susunya diberi satu kebajikan</span><br />
<br />
<span style="font-size:small;">19. Apabila semalaman ( ibu ) tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah SWT memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah SWT</span><br /></div>
</div>
</div>
]]></description>
</item>
<item>
<title>8 KADO TERINDAH</title>
<link>http://kz200rider.mywapblog.com/8-kado-terindah.xhtml</link>
<pubDate>Wed, 28 Mar 2012 23:08:00 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[<div style="text-align:center;font-family:Georgia;"><img style="width:270px;height:235px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Ou81bWyJTaE/TeC70wUaUmI/AAAAAAAABEM/wLXdSYr5nZw/s1600/kado.gif" alt="kado.gif" /><br />
<br />
<div style="text-align:justify;">
<h6 class="uiStreamMessage"><span style="font-size:small;"><span class="messageBody">8 KADO TERINDAH<br />
<br />
<span style="text-decoration:underline;">KEHADIRAN</span><br />
Kehadiran orang yang dikasihi adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir lewat surat , telepon, foto, atau fax. Namun dengan berada di sampingnya, Anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian, dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagiaan.<br />
<br />
<span style="text-decoration:underline;">MENDENGAR</span><br />
Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini. Sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan ketimbang mendengarkan. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan Anda dalam keadaan betul-betul relaks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya, ini memudahkan Anda memberikan tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasih pun akan terdengar manis baginya.<br />
<br />
<span style="text-decoration:underline;">DIAM</span><br />
Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalaya, diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya “ruang”. Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasehati, mengatur, mengkritik, bahkan mengomel.<br />
<br />
<span style="text-decoration:underline;">KEBEBASAN</span><br />
Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupannya. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah “kamu bebas berbuat semaumu”. Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.<br />
<br />
<span style="text-decoration:underline;">KEINDAHAN</span><br />
Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik? Tampil indah dan rupawan juga merupakan sebuah kado yang indah. Selain keindahan penampilan pribadi, Anda pun bisa menghadiahkan keindahan suasana di rumah. Vas dan bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja makan yang tertata indah, misalnya.<br />
<br />
<span style="text-decoration:underline;">TANGGAPAN POSITIF</span><br />
Tanpa sadar, sering kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap, atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya ada pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir Anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda. Ingat-ingat pula, pernahkah Anda memujinya? Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf) adalah kado indah yang sering terlupakan.<br />
<br style="text-decoration:underline;" />
<span style="text-decoration:underline;">KESEDIAAN MENGALAH</span><br />
Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai menjadi pertengkaran yang hebat. Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap memberikan kado “kesediaan mengalah”. Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.<br />
<br />
<span style="text-decoration:underline;">SENYUMAN</span><br />
Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputusasaan, pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapan terakhir kali Anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang dikasihi.<br />
<br /></span></span> <span style="font-size:small;"><span class="messageBody">Mari kita hadiahkan kado ini kepada orang-orang yang kita sayangi</span></span></h6>
</div>
<div style="text-align:justify;"><br /></div>
<br />
<br /></div>
]]></description>
</item>
<item>
<title>Ternyata, Van Halen Berasal dari Rangkasbitung !</title>
<link>http://kz200rider.mywapblog.com/ternyata-van-halen-berasal-dari-rangkasb.xhtml</link>
<pubDate>Sat, 11 Feb 2012 13:44:00 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[<div style="text-align:center;"><span style="font-size:medium;"><img style="font-family:Georgia;" src="http://i.okezone.com/content/2012/02/10/386/573276/EWIkVf8rQc.jpg" alt="EWIkVf8rQc.jpg" /><br style="font-family:Georgia;" /></span></div>
<span style="font-size:medium;"><br style="font-family:Georgia;" /></span>
<div style="text-align:justify;font-family:Georgia;"><span style="font-size:medium;">Mungkin sebagian masyarakat Indonesia sudah tahu jika Eddie dan Alex dari grup band Van Halen adalah keturanan orang Indonesia. Seperti apa ceritanya?<br />
<br />
Dalam sebuah wawancara dengan David Lee Roth (vokalis Van Halen), kedua bersaudara ini menceritakan tentang asal usul orangtua mereka.<br />
<br />
Eddie, gitaris Van Halen mengungkapkan, sang bunda yang bernama Eugine van Beers adalah seorang warga keturunan Indonesia-Belanda yang tinggal di daerah Rangkasbitung.<br />
<br />
Jan Van Halen yang merupakan ayah dari Eddi dan Alex adalah seorang musisi yang pergi keliling dunia untuk melakukan promosi.<br />
<br />
Jan Van Halen lalu berkunjung ke Indonesia, dan terikat kontrak dengan sebuah radio selama enam pekan. Namun kontrak tersebut diperpanjang hingga enam tahun.<br />
<br />
Jan ternyata sangat menyukai iklim tropis yang ada di Indonesia, kemudian beliau bertemu dengan seorang perempuan asal Lebak Banten yang bernama Eugine.<br />
<br />
Kedua pasangan ini pun akhirnya menikah dan ketika Indonesia merdeka, mereka lalu kembali ke Nigmegen, Belanda.<br />
<br />
Kisah tentang keluarga Van Halen ini juga bisa dijumpai lewat buku biografi pertama mereka yaitu Everybody Wants Some: The Van Halen Saga dari penulis Ian Christie yang dipublikasikan di tahun 2007.<br />
<br />
Saat ini, Van Halen sedang mempromosikan album baru mereka yang berjudul 'A Different Kind Of Truth'.<br />
<br />
'A Different Kind Of Truth' merupakan sebuah album penantian bagi para penggemar mereka selama 14 tahun.<br />
<br />
Sebab di album tersebut, vokalis mereka David Lee Roth telah kembali memperkuat band mereka. Keluarga besar band legendaris ini juga bertambah lagi satu anggotanya yakni Wolfgang Van Halen, putra dari Eddie yang menggantikan Michael Anthony.<br />
<br />
<br />
Sumber : VivaNews.com<br /></span></div>
]]></description>
</item>
<item>
<title>Kisah inspirasi untuk para istri dan suami</title>
<link>http://kz200rider.mywapblog.com/kisah-inspirasi-untuk-para-istri-dan-sua.xhtml</link>
<pubDate>Thu, 15 Dec 2011 12:45:00 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[<div style="text-align:center;font-family:Georgia;"><img style="width:498px;height:348px;" src="http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/309032_225079244232080_100001900198669_535513_1048008380_n.jpg" alt="309032_225079244232080_100001900198669_5" /><br /></div>
<p style="text-align:justify;font-family:Georgia;">Semoga peristiwa di bawah ini membuat kita belajar bersyukur untuk apa yang kita miliki :</p>
<div style="text-align:justify;font-family:Georgia;"></div>
<p style="text-align:justify;font-family:Georgia;">Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.</p>
<div style="text-align:justify;font-family:Georgia;"></div>
<p style="text-align:justify;font-family:Georgia;">Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.</p>
<div style="text-align:justify;font-family:Georgia;"></div>
<p style="text-align:justify;font-family:Georgia;">Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.</p>
<div style="text-align:justify;font-family:Georgia;"></div>
<p style="text-align:justify;font-family:Georgia;">Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.</p>
<div style="text-align:justify;font-family:Georgia;"></div>
<p style="text-align:justify;font-family:Georgia;">Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya.</p>
<div style="text-align:justify;font-family:Georgia;"></div>
<p style="text-align:justify;font-family:Georgia;">Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.</p>
<div style="text-align:justify;font-family:Georgia;"></div>
<p style="text-align:justify;font-family:Georgia;">Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan perkawinanku, aku juga membenci kedua orangtuaku.</p>
<div style="text-align:justify;font-family:Georgia;"></div>
<p style="text-align:justify;font-family:Georgia;">Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.</p>
<div style="text-align:justify;font-family:Georgia;"></div>
<p style="text-align:justify;font-family:Georgia;">Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya.</p>
<div style="text-align:justify;font-family:Georgia;"></div>
<p style="text-align:justify;font-family:Georgia;">“Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut.</p>
<div style="text-align:justify;font-family:Georgia;"></div>
<p style="text-align:justify;font-family:Georgia;">Dengan marah, aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??”</p>
<div style="text-align:justify;font-family:Georgia;"></div>
<p style="text-align:justify;font-family:Georgia;">“Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?” tanya suamiku cepat , kuatir aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon. Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi. Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu.</p>
<div style="text-align:justify;font-family:Georgia;"></div>
<p style="text-align:justify;font-family:Georgia;">Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah.</p>
<div style="text-align:justify;font-family:Georgia;"></div>
<p style="text-align:justify;font-family:Georgia;">Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?” kujawab pertanyaan itu segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi,&nbsp; ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas.</p>
<div style="text-align:justify;font-family:Georgia;"></div>
<p style="text-align:justify;font-family:Georgia;">Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya. Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.</p>
<div style="text-align:justify;font-family:Georgia;"></div>
<p style="text-align:justify;font-family:Georgia;">Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat. Airmata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.</p>
<div style="text-align:justify;font-family:Georgia;"></div>
<p style="text-align:justify;font-family:Georgia;">Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Iapun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.</p>
<div style="text-align:justify;font-family:Georgia;"></div>
<p style="text-align:justify;font-family:Georgia;">Saat&nbsp; pemakaman, aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya.</p>
<div style="text-align:justify;font-family:Georgia;"></div>
<p style="text-align:justify;font-family:Georgia;">Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari-hari awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu. Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku.</p>
<div style="text-align:justify;font-family:Georgia;"></div>
<p style="text-align:justify;font-family:Georgia;">Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana. Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya&nbsp; dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya.</p>
<div style="text-align:justify;font-family:Georgia;"></div>
<p style="text-align:justify;font-family:Georgia;">Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas. Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.</p>
<div style="text-align:justify;font-family:Georgia;"></div>
<p style="text-align:justify;font-family:Georgia;">Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia.</p>
<div style="text-align:justify;font-family:Georgia;"></div>
<p style="text-align:justify;font-family:Georgia;">Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.</p>
<div style="text-align:justify;font-family:Georgia;"></div>
<p style="text-align:justify;font-family:Georgia;"><em>Istriku Liliana tersayang,</em></p>
<div style="text-align:justify;font-family:Georgia;"></div>
<p style="text-align:justify;font-family:Georgia;"><em>Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu.</em></p>
<div style="text-align:justify;font-family:Georgia;"></div>
<p style="text-align:justify;font-family:Georgia;"><em>Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang.</em></p>
<div style="text-align:justify;font-family:Georgia;"></div>
<p style="text-align:justify;font-family:Georgia;"><em>Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.</em></p>
<div style="text-align:justify;font-family:Georgia;"></div>
<p style="text-align:justify;font-family:Georgia;"><em>Teruntuk Farah, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan Farhan, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke, Buddy!</em></p>
<div style="text-align:justify;font-family:Georgia;"></div>
<p style="text-align:justify;font-family:Georgia;">Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note.</p>
<div style="text-align:justify;font-family:Georgia;"></div>
<p style="text-align:justify;font-family:Georgia;">Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta.</p>
<div style="text-align:justify;font-family:Georgia;"></div>
<p style="text-align:justify;font-family:Georgia;">Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Ketika orangtuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.</p>
<div style="text-align:justify;font-family:Georgia;"></div>
<p style="text-align:justify;font-family:Georgia;">Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?”</p>
<div style="text-align:justify;font-family:Georgia;"></div>
<p style="text-align:justify;font-family:Georgia;">Aku merangkulnya sambil berkata “Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta.”</p>
<div style="text-align:justify;font-family:Georgia;"></div>
<p style="text-align:justify;font-family:Georgia;">Putriku menatapku, “seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?”</p>
<div style="text-align:justify;font-family:Georgia;"></div>
<p style="text-align:justify;font-family:Georgia;">Aku menggeleng, “bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.”</p>
<div style="text-align:justify;font-family:Georgia;"></div>
<p style="text-align:justify;font-family:Georgia;">Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus.</p>
<div style="text-align:justify;font-family:Georgia;"><br /></div>
Source : http://bundaiin.blogdetik.com<br style="font-family:Georgia;" />]]></description>
</item>
<item>
<title>‎Botol Coca-Cola dari masa ke masa</title>
<link>http://kz200rider.mywapblog.com/botol-coca-cola-dari-masa-ke-masa.xhtml</link>
<pubDate>Tue, 13 Dec 2011 14:05:00 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[<div style="text-align:center;"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-l4uzmEmKC6k/TuX77rvHhnI/AAAAAAAAJNI/wtJhkxo55QE/h301/sejarah-botol-coca-cola-amanda.jpg" alt="sejarah-botol-coca-cola-amanda.jpg" /></div>
]]></description>
</item>
<item>
<title>Bukti Bahwa Iklan di Indonesia Juga Kreatif</title>
<link>http://kz200rider.mywapblog.com/bukti-bahwa-iklan-di-indonesia-juga-krea.xhtml</link>
<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 01:31:00 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[<div style="text-align:justify;">Siapa bilang iklan-iklan di Indonesia membosankan? Pasti belum liat gambar-gambar ini.</div>
<ul style="padding:8px;margin:8px;text-align:justify;">
<li><strong>CDR - Strong bone formula</strong><br />
<img src="http://klimg.com/kapanlagi.com/p/News-377674_1.jpg" width="450" alt="News-377674_1.jpg" style="border:1px solid;" /><br />
Pada awalnya kita nggak akan ngeh, tapi coba perhatikan kaki mejanya… Canggih bukan?!.</li>
<li><br /></li>
<li><strong>Fontline – Anti Kutu</strong><br />
<img src="http://klimg.com/kapanlagi.com/p/News-377674_2.jpg" width="450" alt="News-377674_2.jpg" style="border:1px solid;" /><br />
Weleh-weleh.. Manusia dianggap kutu, hihi… Media yang cukup kreatif, memanfaatkan lantai dasar dari suatu plaza, orang-orang pun menjadi sangat tertarik. The power of promotion &amp; creativity!!.</li>
<li><br /></li>
<li><strong>Lifebuoy - Sabun Antiseptik</strong><br />
<img src="http://klimg.com/kapanlagi.com/p/News-377674_3.jpg" width="450" alt="News-377674_3.jpg" style="border:1px solid;" /><br />
Kita makan yang kita pegang. Masuk akal…</li>
<li><br /></li>
<li><strong>Visine - Hilangkan mata merah dalam 60 detik</strong><br />
<img src="http://klimg.com/kapanlagi.com/p/News-377674_4.jpg" width="450" alt="News-377674_4.jpg" style="border:1px solid;" /><br />
Hmm,, perasaan kalau di lampu merah bisa sampe bermenit-menit ya?!</li>
</ul>
]]></description>
</item>
<item>
<title>Cacing Aneh Penghuni Laut Sulawesi</title>
<link>http://kz200rider.mywapblog.com/cacing-aneh-penghuni-laut-sulawesi.xhtml</link>
<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 01:23:00 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[<div style="text-align:justify;">Cekungan di Laut Sulawesi ternyata menyimpan makhluk aneh, sejenis annelida atau cacing berbuku dengan tentakel panjang yang tumbuh di kepalanya. Spesies baru yang dinamai Teuthidodrilus samae itu adalah squidworm atau cacing cumi karena binatang tersebut memiliki banyak tentakel, seperti cumi-cumi.<br />
<br />
<div style="text-align:center;"><img src="http://klimg.com/kapanlagi.com/p/News-378684_Foto.jpg" width="450" alt="News-378684_Foto.jpg" style="border:1px solid;" /></div>
<div style="text-align:center;"><a class="bluelink" href="http://clubbing.kapanlagi.com/threads/117517-Cacing-Aneh-Penghuni-Laut-sulawesi"><br /></a></div>
</div>
<p style="text-align:justify;">Cacing berukuran 9,4 sentimeter itu sebenarnya jauh lebih cantik dan anggun dari seekor cacing maupun cumi-cumi. Dua tentakel di bagian depan mengulir bak tanduk. Delapan tentakel lainnya menjulang tinggi di atas tubuhnya, hampir sama atau bahkan jauh lebih panjang dari tubuhnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Barisan struktur mirip sirip tipis yang tumbuh berselang-seling di kedua sisi tubuhnya membantu binatang itu mengendalikan arah. Binatang yang berenang tegak tersebut memiliki enam pasang organ leher melengkung yang membantunya merasakan dan mencium di bawah air.</p>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan video dan analisis spesimen, Osborn menggolongkan spesies itu ke dalam famili Acrocirridae, berkerabat dekat dengan cacing pengebom Swima bombiviridis dan Tawi-tawi. Mengingat bentuknya yang begitu berbeda dibanding "saudara" lainnya, T. samae dimasukkan ke genus baru.</p>
<p style="text-align:justify;">Annelida itu ditemukan dalam sebuah ekspedisi menggunakan robot selam yang dikendalikan dari jarak jauh (ROV) pada Oktober 2007. Tim ilmuwan yang dipimpin oleh Karen Osborn dari Scripps Institution of Oceanography di California, Amerika, itu menemukan T. samae pada kedalaman 2,8 kilometer. "Ini begitu menggairahkan karena binatang itu begitu berbeda dari spesies yang telah dideskripsikan sebelumnya, dengan perangkat kepala yang menakjubkan," kata Osborn.</p>
<p style="text-align:justify;">Cacing cumi biasanya hidup di kedalaman 100-200 meter di dasar laut. Lapisan tersebut banyak dihuni oleh fauna dan flora yang ternyata belum dipelajari selama ini. Selama ini kawasan yang dikenal sebagai Coral Triangle tersebut tak 'terjamah' karena peralatan untuk mengumpulkan sampel atau mengais dasar laut dalam itu tak dapat menjangkaunya. Spesimen yang bisa diangkat ke permukaan kerap rusak, sehingga tak dapat digunakan atau dikenali.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam eksplorasi yang dipublikasikan dalam jurnal Biology Letters itu, tim Osborn mengumpulkan tujuh spesimen annelida. ROV Max Rover Global Explorer, yang dioperasikan dari kapal riset Filipina BRP Hydrographer Presvitero, melakukan observasi langsung di kolam air dalam itu, yang direkam dengan sebuah video berdefinisi tinggi. ROV juga dilengkapi alat penyedot high flow, sehingga dapat mengambil fauna kecil tanpa membuatnya hancur.</p>
<p style="text-align:justify;">"Ketika mengeksplorasi kolom air dalam ini, saya memperkirakan lebih dari separuh binatang yang kami temukan adalah spesies baru yang belum pernah dideskripsikan," ujarnya.</p>
<div style="text-align:justify;">Meski bertampang menyeramkan, cacing ini tampaknya bukan binatang pemangsa yang ganas. Dia hanya memakan 'salju laut' alias sisa-sisa tumbuhan dan binatang mikroskopis yang tenggelam serta material feses dan lendir. "Meski cuma 'sampah', makanannya kaya nutrisi," kata Osborn.<br /></div>
]]></description>
</item>
<item>
<title>Jangan Mengeluh Seberat apapun pekerjaan anda sebelum lihat foto ini</title>
<link>http://kz200rider.mywapblog.com/jangan-mengeluh-seberat-apapun-pekerjaan.xhtml</link>
<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 01:12:00 +0000</pubDate>
<description><![CDATA[Jangan pernah mengeluh seberat apapun pekerjaan Anda sebelum melihat foto-foto ini!
<div style="text-align:center;"><a class="bluelink" href="http://clubbing.kapanlagi.com/threads/118011-Pekerjaan-Paling-Menyebalkan-dan-Membosankan%21"><br /></a></div>
<div style="text-align:center;"><img src="http://klimg.com/kapanlagi.com/p/News-380595.jpg" width="450" alt="News-380595.jpg" style="border:1px solid;" /><br />
<br /></div>
<div style="text-align:center;"><img src="http://klimg.com/kapanlagi.com/p/News-380595_2.jpg" width="450" alt="News-380595_2.jpg" style="border:1px solid;" /><br />
<br /></div>
<div style="text-align:center;"><img src="http://klimg.com/kapanlagi.com/p/News-380595_3.jpg" width="450" alt="News-380595_3.jpg" style="border:1px solid;" /><br />
<br /></div>
<div style="text-align:center;"><img src="http://klimg.com/kapanlagi.com/p/News-380595_4.jpg" width="450" alt="News-380595_4.jpg" style="border:1px solid;" /><br />
<br /></div>
<div style="text-align:center;"><img src="http://klimg.com/kapanlagi.com/p/News-380595_5.jpg" width="450" alt="News-380595_5.jpg" style="border:1px solid;" /><br />
<br /></div>
Gimana? Pekerjaan Anda masih lebih baik kan?<br />
<br />
Sumber :&nbsp; <a class="bluelink" href="http://clubbing.kapanlagi.com/threads/118011-Pekerjaan-Paling-Menyebalkan-dan-Membosankan%21">FORUM KAPANLAGI.COM</a>]]></description>
</item>
</channel>
</rss>
